Tentang Platform

Platform ini adalah Manajemen Official Belajar dan Konsultasi Bisnis Syariah yang dikomandoi langsung oleh H. Dwi Condro Triono, Ph.D, dan dibantu oleh tim-nya yang tidak lain adalah murid-murid yang dibina langsung oleh beliau dikampus berpesantren yang beliau dirikan yaitu STEI Hamfara Yogyakarta.

Di Platform ini insyaaAllah tersedia berbafai E-Course yang dibutuhkan untuk memahami lebih detail terkait bisnis syariah secara komplit; mulai dari Billionare Sharia Mindset Activasion, Barakah Business Blueprint, Bentuk-Betuk Kerja Sama Bisnis Syariah, hingga bahasan Mu’amalah Bisnis dari Level Basic hingga Advance termasuk spesifik pendalaman Syirkah dan Akuntansinya juga tersedia dalam platform ini.

Selain itu juga, tak hanya menyediakan ecourse online tapi juga ada layanan konsultasi bisnis syariah yang focus pada empat (4) pilar bisnis sebagai acuan dalam mengindentifikasi dan memberikan solusi syar’inya yaitu Bentuk perusahaan, Permodalan syariah, ketenagakerjaan hingga transaksi-transaksi muamalah bisnis bisa dikonsultasikan langsung kepada beliau maupun kepada tim manajemen. Skema konsultasi yang tersedia juga sangat fleksibel, bisa dengan online video atau offline dan inhouse ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa beliau juga insyaaAllah bisa dibantu layani sesuai dengan kebutuhannya, dengan alur pelayanan sebagai berikut;

  • Assessment Kontrak Bisnis Perusahaan baik baru maupun sudah berjalan
  • Konsultasi kontrak Bisnis yang tepat untuk bisnis yang baru akan dijalankan berdasarkan kesepakatan modal dan peran masing-masing pihak.
  • Konversi Bisnis Konvensional menjadi 100% Sesuai Syariah
  • Pendampingan Implementasi Muamalah Bisnis Syariah dalam Perusahaan.

Ada berkah dalam syirkah ketika dijalankan sesuai syariah dan amanah, sebagaimana Firman Allah SWT dalam sebuah hadits Qudsi,

قال الله تعالى أنا ثالث الشريكين ما لم يَخُن أحدُهما صاحبَه، فإن خان خرجتُ من بينهما

“Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman: Aku adalah pihak ketiga dari dua pihak yang ber-syirkah selama salah satunya tidak mengkhianati yang lainnya. Kalau salah satunya berkhianat, Aku keluar dari keduanya.” [HR. Abu Dawud, al-Baihaqi, dan ad-Daruquthni]